Aku masih berdiri searah gravitasi sunyi namun bising, aku masih menanti kantuk yang dalam perjalanan, walau kantuk kecil sesekali masih menyapa walau ku masih menyadari semua yang terjadi hari kemarin, aku masih terperosok sendiri dan seakan tanpa populasi yang bersandar sejenak pada kapuk yang berkoloni, akupun demikian kelam kadang hanya kelam, dan beberapa kepala hanya mengganggu sebagai siklus, namun buatku kelam adalah sahabat terbaik, sahabat yang selalu temani ragaku akan indahnya kesunyian ..
Creative & editor : Dodi Setiawan & Herlan R Harryanza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar