Kini hatiku sesak dipenuhi dengan rasa kagum
Akan sosok yang mengguratkan senyuman
Diraut wajahku dengan kata-kata elok yang diciptakan
Sosok yang menelurkan kenangan indah
Hingga nanti dapat menetas menjadi rasa kasih
Apakah Kau?
Jawaban dari do’a ku selama ini
Tapi seolah ku terlahir bisu tanpa suara
Saat ku ingin mengatakannya
Karena ku sudah terikat oleh Aturan
Aturan yang dengan tegas
membedakanku dengan khalayak
Manakah yang harus dipegang?
Aturan ataukah Hati yang diciptakan Tuhan !!
Dengan sadar ku berada didalam bilik kebingungan
Ku coba berfikir dan merasakan
Ditengah buntu dan hambarnya hati ini
Untuk menjawab sebuah pertanyaan yang tak ku ketahui
Tapi ..
Nanti kala kau mengerti dengan alami,
Sambutlah tangan ini, genggam dengan erat dan jangan kau biarkan tetap terbelenggu dalam kebimbangan